Mengungkap rahasia bioteknologi konvensional di balik tekstur lembut dan mengembangnya kue tradisional favorit kita.
Mikroorganisme Pahlawan!
Bioteknologi konvensional adalah praktik memanfaatkan mikroorganisme (seperti jamur dan bakteri) secara langsung dan utuh untuk menghasilkan produk barang atau jasa yang bermanfaat bagi manusia. Praktik ini sudah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum teknologi modern muncul!
Rahasia utama kelembutan bakpau terletak pada jamur bersel satu mikroskopis bernama Saccharomyces cerevisiae (Ragi).
Saat ragi (yeast) dicampur dengan adonan tepung dan gula, ragi akan "bangun" dari masa istirahatnya. Gula dalam adonan menjadi sumber makanan utama bagi ragi untuk menghasilkan energi.
Ragi melakukan Respirasi Anaerob (fermentasi tanpa oksigen). Ragi memecah glukosa (gula) menjadi senyawa alkohol (Etanol) dan gas Karbon Dioksida (CO₂).
Gas CO₂ yang dihasilkan terjebak di dalam jaring-jaring gluten (protein dari tepung gandum). Gas ini mendesak adonan sehingga volumenya membesar, membuat bakpau menjadi mengembang, ringan, dan bersarang/lembut. Alkoholnya akan menguap saat bakpau dikukus.
Terapkan ilmu bioteknologi yang telah dipelajari ke dalam dapurmu. Ikuti resep anti-gagal ini!
*Terigu protein rendah membuat hasil bakpau putih dan empuk, bukan kenyal seperti roti.
Larutkan gula pasir dengan air hangat kuku. Masukkan ragi instan, aduk rata. Diamkan selama 10 menit. Perhatikan: Jika muncul buih/busa tebal, tandanya ragi aktif dan siap digunakan. Jika tidak berbuih, buang dan ganti ragi baru.
Dalam wadah besar, masukkan tepung terigu. Tuangkan cairan biang ragi perlahan-lahan ke dalam tepung sambil diaduk hingga menggumpal rata.
Setelah setengah kalis, tambahkan mentega putih dan garam. Uleni terus dengan tangan atau mixer spiral hingga adonan menjadi kalis elastis (permukaan mulus dan tidak menempel di tangan).
Bulatkan adonan, letakkan di wadah. Tutup rapat dengan kain bersih lembap atau plastic wrap. Diamkan selama 30 - 45 menit hingga adonan mengembang 2x lipat.
Kempiskan adonan (tinju lembut) untuk membuang kelebihan gas CO₂. Bagi adonan menjadi ukuran @40 gram. Bulatkan, pipihkan pinggirnya, isi dengan selera. Tutup rapat dan bulatkan kembali. Beri alas kertas roti di bawahnya.
Diamkan kembali (Proofing II) selama 15 menit. Sementara itu, panaskan kukusan hingga air mendidih. Kukus bakpau dengan api sedang selama 10 - 15 menit. Bungkus tutup kukusan dengan kain agar air tidak menetes ke bakpau.
Dengan memahami sains di balik prosesnya, kamu bukan hanya seorang pemasak, tapi juga seorang ilmuwan bioteknologi!